Simple Source Code Java

Beberapa akhir-akhir ini hal yang dilakukan penulis adalah melakukan flash back kembali untuk mereview setiap kesalahan yang pernah dilakukan untuk diperbaiki, salah satunya adalah melakukan srcipting therapy. Dimana hal tersebut membuat penulis belajar agar tidak menjadi orang yang malas akan belajar, karena tanda orang yang semangat belajar “Tak ada rasa bosan meski dalam mempelajari dan mengoreksi”, jadi untuk hasil pertama dari srcipting therapy ini adalah source yang sederhana dan insya Allah mudah dipahami bagi orang awam yang ingin memplejari java, untuk source yang lain akan menyusul, insya Allah dalam minggu-minggu ini :

- Modul pertama (Perulangan, logika, konversi) download

NB : jika ada kritik dan saran mohon untuk menuliskan komentarnya

Membuat Simple ArabicPad dengan Java

Bingung mesti memulai dengan kata apa yang mesti diucapkan, tapi ada hal yang sangat menarik ketika penulis melihat software ciptaan kakak tingkat di universitas yaitu TasHeeh, dimana software tersebut bisa digunakan untuk membetulkan akhir kalimat dalam bahasa arab. Dari software tersebut penulis terinspirasi untuk membuat ArabicPad yang sederhana dan nantinya juga akan dikembangkan untuk hal-hal yang lain dan selain itu pendulis juga mendapatkan beberapa sourcenya untuk membuat keyboard menulis arabic secara otomatis sehingga penulis berkesempatan untuk membuat SimpleArabicPad seperti dibawah ini :

Jika ingin mencoba dan ingin tahu bagaimana source codenya bisa didownload dengan mengklik disini

Cara Menjalankan Jade di Ubuntu

JADE adalah salah satu plugin atau library untuk membuat aplikasi yang terdistribusi. Dimana jika menjalankan mesti menggunakan port dan host dari komputer, baik dari komputer itu sendiri maupun komputer tujuan. Seperti yang kita ketahui default host dan port dari JADE adalah 127.0.1.1. Karena menggunakan java, maka secara otomatis dia bisa dijalankan diberbagai platform, seperti halnya di Linux. Penggunaan Jade di Linux beda dengan diwindows, dimana jika windows bisa mendeteksi otomatis hostnya sedangkan di Linux mesti dikonfigurasi secara jelas, dimana jika kondisi offline maka linux host defaultnya adalah 127.0.0.1 sehingga jika menjalankan jade mesti menambahkan -local-host 127.0.0.1, contohnya :
Main : jade.Boot
Argument : -gui -local-host 127.0.0.1 nama jade : letak kelas di package-
penggunaan cara ini jika menjalankan jade menggunakan dialog container.

SEMOGA BERMANFAAT

Mendeteksi OS menggunakan Bahasa Java

Rasa penasaran selalu ada dan mungkin perlu diekspresikan agar rasa penasaran itu bisa menjadi ilmu yang berguna bagi orang-orang disekitarnya. Kali ini membahas tentang bagaimana caranya mengetahui OS yang digunakan pada PC/Laptop menggunakan perintah/method getproperty(“os.name”). Seperti yang dikatahui bahawasannya ada banyak sekali macam-macam operating system saat ini dan yang paling populer salah satunya adalah Windows. Oleh sebab itu windows lebih familiar dibandingkan lainnya, namun bukan berarti OS yang lain tidak populer karena setiap OS mempunyai ciri khas masing-masing sehingga munculah adanya kekurangan dan kelebihan dari setiap OS tersebut. Dari sekian banyak Operating System, tentunya User mesti memilih salah satu OS untuk diprioritaskan penggunaannya agar bisa optimal dalam mempelajarinya akan tapi tidak menutup kemungkinan menggunakan OS lain dengan Menginstall 2 OS atau sering dikenal dengan Dual OS yang mana terdapat 2 OS dalam 1 PC/Laptop. Tidak cukup dengan hal itu saja User bisa menggunakan 2 lebih OS dengan memakai Vitual Machine OS (OS dalam OS) konsepnya berbeda dengan Dual OS, dimana OS yang menggunakan virtual machine bisa dijalankan jika user sudah masuk OS yang utama/OS yang sudah terinstall virtual machine OS, tapi kalau dual OS user akan memilih OS yang akan dipakai beberapa saat setelah laptop/PC booting awal. Setelah memilih dan menginstallnya, user biasa belum tahu apakah OS yang digunkan itu berarsitektur 32bit/64bit. Mungkin cara sederhananya tinggal mengklik propertis pada My Computer, secara otomatis akan terlihat arsitekturnya 32bit/64bit. Selain itu bagi user yang sedang mempelajari bahasa java juga bisa menggunakan coding bahasa java seperti dibawah ini untuk mengetahui arsitektur OS yang sedang digunakan di PC/Laptop:

import com.sun.java.swing.plaf.nimbus.NimbusLookAndFeel;
import javax.swing.JOptionPane;
import javax.swing.UIManager;

/**
*
* @author Mudin07
*/
public class OSDetection2 {

public static boolean windows;
public static boolean mac;
public static boolean unix;
public static boolean solaris;

public static boolean isMac() {
return mac;
}

public static boolean isSolaris() {
return solaris;
}

public static boolean isUnix() {
return unix;
}

public static boolean isWindows() {
return windows;
}

public static void main(String[]mudin07){
try {
UIManager.setLookAndFeel(new NimbusLookAndFeel());
} catch (Exception e) {
JOptionPane.showMessageDialog(null, e);
}
if (isWindows()) {
JOptionPane.showMessageDialog(null,”Your OS is “+System.getProperty(“os.name”).toLowerCase()+” (“+System.getProperty(“os.arch”).toLowerCase()+”) build “+System.getProperty(“os.version”).toLowerCase());
}else if(isMac()){
JOptionPane.showMessageDialog(null,”Your OS is “+System.getProperty(“os.name”).toLowerCase()+” (“+System.getProperty(“os.arch”).toLowerCase()+”) build “+System.getProperty(“os.version”).toLowerCase());
}else if(isUnix()){
JOptionPane.showMessageDialog(null,”Your OS is “+System.getProperty(“os.name”).toLowerCase()+” (“+System.getProperty(“os.arch”).toLowerCase()+”) build “+System.getProperty(“os.version”).toLowerCase());
}else if(isSolaris()){
JOptionPane.showMessageDialog(null,”Your OS is “+System.getProperty(“os.name”).toLowerCase()+” (“+System.getProperty(“os.arch”).toLowerCase()+”) build “+System.getProperty(“os.version”).toLowerCase());
}else{
JOptionPane.showMessageDialog(null,”Your OS is “+System.getProperty(“os.name”).toLowerCase()+” (“+System.getProperty(“os.arch”).toLowerCase()+”) build “+System.getProperty(“os.version”).toLowerCase());
}
}
}